5 Lomba 17-an Unik yang Paling Ditunggu-tunggu
5 Lomba 17-an unik yang paling ditunggu-tunggu, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya momen bersejarah, tetapi juga ajang berkumpulnya masyarakat dalam suasana penuh semangat. Selain merayakan ulang tahun kemerdekaan, masyarakat juga sangat menanti berbagai lomba lucu dan unik yang diselenggarakan di berbagai daerah.
1. Lomba Melamun: Saat Diam Jadi Kompetisi
Pada perayaan tahun lalu di Solo, sebanyak 26 peserta mengikuti lomba melamun yang penuh kreativitas. Mereka tampil mengenakan kostum nyentrik, seperti baju duyung, pakaian lusuh dengan hiasan lucu, hingga membawa tulisan aneh seperti “ingin beli mobil Rubicon”.
Para peserta memiliki alasan yang tak biasa untuk ikut serta. Mulai dari ingin merasakan kerasukan, jenuh dengan hidup, hingga sudah terbiasa melamun setiap hari.

Lomba ini diselenggarakan oleh Jinju Academy, lembaga pelatihan bahasa Korea, dan diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Desti Konita, pemilik Jinju Academy, menyatakan bahwa melamun memiliki manfaat positif, seperti membantu meditasi, mengurangi stres, dan meningkatkan daya pikir.
Penilaian dilakukan berdasarkan gaya melamun dan stabilitas detak jantung setiap 15 menit. Aldo (17) berhasil keluar sebagai juara dan membawa pulang hadiah sebesar Rp500 ribu.
2. Lomba Balap Traktor di Sawah
Sebanyak 30 sopir traktor saling adu kecepatan di lintasan sawah sepanjang 400 meter.
Menurut panitia, Sumarna, lomba ini bertujuan meningkatkan keterampilan sopir traktor dan mendorong semangat bertani di kalangan pemuda desa. Peserta harus menyelesaikan dua putaran, dan setiap putaran memakan waktu 10–15 menit.

Momen paling menantang terjadi saat traktor kehilangan kendali dan naik ke pematang, atau setangnya lepas sehingga peserta harus berlari mengejar kendaraannya.
3. Lomba Tarik Lokomotif: Uji Kekuatan Melawan 80 Ton
Yogyakarta menghadirkan lomba tarik tambang melawan lokomotif seberat 80 ton. PT KAI Daop 6 menggelar acara ini di Depo Lokomotif Jogja, dengan tim-tim dari Dishub hingga kepolisian yang ikut berpartisipasi.

Salah satu peserta, Darwantoro, mengaku ini adalah kali pertamanya mengikuti lomba tersebut. Ia menyebut bahwa tantangan terbesar adalah menarik lokomotif di awal karena sangat berat.
4. Lomba Ski Lumpur (Skilot) di Pasuruan
Warga Desa Tambaklekok, Pasuruan, selalu menantikan tradisi tahunan lomba skilot atau ski lumpur. Puluhan peserta, yang sebagian besar adalah nelayan atau pencari kerang, berlomba menaklukkan lintasan lumpur menggunakan papan ski.

Zainul Abidin, salah satu peserta yang rutin mengikuti lomba selama 10 tahun terakhir, mengungkapkan pentingnya kekuatan fisik. Ia mengatakan, “Kaki harus kuat. Kalau tidak terbiasa kerja keras, tidak akan sanggup.”
Sebanyak 43 peserta mengikuti lomba ini yang berlangsung dari babak penyisihan hingga final. Para pemenang berhak atas hadiah jutaan rupiah.
5. Lomba Keduk Lubur: Menghargai Pekerjaan Petugas Pemakaman
Warga Kabupaten Bogor mengadakan lomba unik untuk menghormati para petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU). Para petugas mengikuti lomba keduk lubur, yaitu menggali kubur dengan standar tertentu.

Kriteria penilaian meliputi ketepatan ukuran lubang hingga yel-yel kekompakan kelompok. Lomba ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan mereka selama pandemi COVID-19.
Baca Juga :